Jumat, 03 Juni 2016

TIPS AGAR TUBUH TIDAK LEMAS KETIKA BERPUASA

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Bagi umat Islam, puasa Ramadan adalah sebuah kewajiban yang harus dijalani. Bukan hanya Islam, agama lain pun juga mempunyai ibadah puasa dengan caranya masing-masing.
Nah, namun terkadang saat kita berpuasa kita mengalami masalah yang terkadang membuat ibadah kita terganggu, yakni lemas saat berpuasa.  Akibat lemas, banyak orang lebih mengurangi aktifitas fisik. Jadi mungkin saja yang tadinya ingin mencari pahala dengan bekerja, tapi tidak jadi gara-gara lemas saat berpuasa. Kan ngak asik tuh.
Tahukah kamu bahwa rasa lemas saat berpuasa, menurut dr.Samuel Oetoro, MS.Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Spesialist Clinic, disebabkan karena menurunnya gula darah secara berlebihan. Nah, jadi jika gula darah turun terlalu rendah, kita akan merasa lemas, letih, lesu bahkan sampai merasa pusing di kepala.
Berikut adalah beberapa tips seputar cara mengatasi lemas saat kita sedang berpuasa Ramadhan, mohon disimak dengan baik yah sobat.

Atur Pola Makan

Puasa sebenarnya hanya mengubah jam makan. Sahur sebagai pengganti sarapan pagi, berbuka sebagai pengganti makan siang, dan setelah tarawih sebagai pengganti makan malam. Kuncinya, jangan terlalu banyak  mengkonsumi makan saat berbuka, konsumsi makanan berat selepas tarawih, dan jangan melewatkan sarapan sahur.

Menu Berbuka
·      Setelah berpuasa selama 14 jam, kadar glukosa akan semakin sedikit menjelang buka puasa. Karena itu, saat berbuka awali dengan minum terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan makanan yang bisa menaikkan gula darah dengan cepat. Pilihannya adalah makanan yang manis namun tidak tinggi gula seperti kurma, air kelapa murni, susu, atau segelas jus. Kurma mengandung glukosa tinggi dan vitamin kompleks yang dibutuhkan tubuh. Glukosa dalam kurma mudah diserap sehingga bisa menaikan kadar gula darah dengan cepat.
·     Makanan atau minuman manis juga baik untuk berbuka puasa. Namun gunakan gula aren atau madu sebagai pemanis, jangan gula pasir atau gula diet yang mengandung aspartan. Buah pisang bagus untuk berbuka karena pisang adalah sumber kalium, magnesium, dan karbohidrat.
·        Setelah berbuka, meminum takjil (manisan), sebaiknya jangan langsung makan nasi atau makanan berat lainnya. Perut butuh istirahat untuk menyesuaikan diri. Selama waktu istirahat, Anda bisa menjalankan shalat Maghrib terlebih dahulu.
·        Hindari!!!
Ø  berbuka dengan minuman yang dingin karena akan membuat perut yang kosong menjadi kembung. Air dingin akan membuat asam lambung meningkat.
Ø  makanan yang digoreng dan bersantan, pilihlah menu yang dipanggang atau dibakar
Ø  minuman berenergi, utamakan minuman alami
Menu Setelah Tarawih
Makanan besar atau menu utama, sebaiknya dikonsumsi setelah sholat maghrib atau setelah sholat tarawih ketika pencernaan beristirahat. Menu setelah tarawih seharusnya mengandung karbohidrat, vitamin, lemak, protein, dan mineral. Nasi merah, sayuran dan buah-buahan cocok untuk menu setelah tarawih. Hindari makanan yang tinggi kalori dan berlemak tinggi seperti makanan bersantan, gulai, atau gorengan.
Sebagai penutup anda bisa mengonsumi buah, jus atau makanan ringan lainnya untuk menambah tenaga dan persiapan puasa besok. Minum air putih sebanyak 3-4 gelas untuk memenuhi kebutuhan cairan.


Menu Sahur
-        Jangan lewatkan makan sahur karena sahur merupakan hal yang sangat penting untuk memberikan tenaga dalam menjalankan aktivitas berpuasa.
-       Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, roti gandum, oatmeal, atau bubur kacang hijau dengan gula aren.  Jenis karbohidrat ini lebih tahan lama dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik.
-     Jangan lupa serat, baik dari sayur atau buah. Kurang makan protein dan sayur saat sahur dapat menghambat proses metabolisme, yang pada akhirnya dapat menyebabkan lemas dan lemah. Sumber protein lainnya yang baik bagi tubuh berasal dari daging ikan.
-      Sebagai penutup minum air secukupnya, buah-buahan, jus buah tanpa gula atau air kelapa. Karena ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air.  Selain itu, batasi asupan teh dan kopi karena dua asupan ini membuat metabolism berjalan cepat sehingga cepat haus. Lebih baik untuk meminum air putih hangat ketika sahur.
-       Kebiasaan buruk adalah malas makan ketika sahur sehingga asupan nutrisi cenderung sedikit dan mengakibatkan mudah lapar di siang hari
-        Hindari!!!
Ø  makanan yang banyak mengandung gula karena akan membuat tubuh cepat lapar
Ø  makanan berlemak karena hormon insulin tubuh akan berlebihan. Insulin akan mempercepat turunnya kadar gula darah dan ini membuat Anda cepat lapar.
Ø  menu gorengan karena cenderung menimbulkan rasa kantuk sepanjang hari akibat kekurangan banyak oksigen
Ø  makanan yang tinggi garam karena membuuat tubuh cepat dehidrasi
Ø  makanan yang terlalu lembek karena membuat tubuh cepat lemas


Makan dengan Porsi Normal
Makanlah dengan porsi normal, seperti hari-hari biasanya. Makan yang berlebihan akan membuat perut kekenyangan dan tidak nyaman. Asupan makanan yang terlalu banyak, juga bisa membuat tubuh dehidrasi lebih cepat. Juga jangan makan terlalu sedikit, karena tubuh akan kekurangan cadangan energi sehingga tubuh bisa lemas dan sulit berkonsentrasi kerja. Selain itu, nikmati makanan, jangan terburu-buru mengunyah, karena tubuh akan dipaksa untuk memproses makanan yang terburu-burusehingga akan menjadi lemas akibat tubuh tidak cepat menyerap nutrisi makanan

Tidur Cukup
Dalam banyak kasus, orang mengantuk saat puasa bukan karena tidak makan tetapi karena kurang tidur.  Dengan tidur yang cukup dan polanya teratur, puasa tidak perlu jadi alasan untuk mengantuk. Selain itu kebanyakan tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lemas. Sangat dianjurkan untuk menghindari tidur setelah sahur karena energi yang dihasilkan setelah makan hanya dipakai untuk tidur, tidak digunakan untuk beraktivitas. Selain itu, dianjurkan pula untuk langsung tidur setelah sholat tarawih dan tidur sebentar di siang hari

Aktifitas Fisik
Tetap melakukan aktifitas fisik yang ringan dan berolaraga teratur. Berolahraga kecil di depan rumah setelah sholat subuh sambil menghirup udara segar akan membuat tubuh lebih segar dan bugar. Jangan jadikan puasa sebgai alasan untuk bermalas-malasan. Tetaplah cari kesibukan apapun agar kamu senantiasa tidak terasa menjalankan ibadah puasanya. Kesibukan seperti bekerja, beribadah, dan berkumpul bersama keluarga akan secara tidak sadar melupakan rasa lapar dan lelah

Selasa, 03 Mei 2016

Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan sekedar demam biasa…..

Halo calon statistisi…Tau ga kalau pada tanggal 22 April kemarin adalah Hari Demam Berdarah? Sudah sejauh mana kita mengenal penyakit yang terdengar hampir tiap tahun diderita oleh beberapa mahasiswa di kampus kita ini? Yuk kita simak rincian lebih jelasnya.

 

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Bagaimana DBD bisa terjadi? Nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya mengisap darah penderita DBD, jika kemudian menggigit orang lain yang sehat maka virus demam berdarah akan berpindah ke orang sehat tersebut dan orang tersebut akan menderita demam berdarah. Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat.

 

Tanda dan Gejala

1.      Demam Penyakit DBD didahului oleh demam tinggi yang mendadak terus-menerus berlangsung 2 - 7 hari, kenudianl turun secara cepat. Demam secara mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: anorexia lemas, nyeri pada tulang, sendi, punggung dan kepala.

2.      Manipestasi Pendarahan.

Perdarahan terjadi pada semua organ umumnya timbul pada hari 2-3 setelah demam. Sebab perdarahan adalah trombositopenia. Gejala ini tidak semua harus muncul pada setiap penderita, untuk itu diperlukan toreniquet test dan biasanya positif pada sebagian besar penderita Demam Berdarah Dengue.

3.      Pembesaran hati (Hepotonegali).

Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran hati tidak sejajar dengan berapa penyakit Pembesan hati mungkin berkaitan dengan strain serotype virus dengue.

4.      Renjatan (Shock).

Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai sakit. Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang rusak.

Adapun tanda-tanda perdarahan:

-       Kulit teraba dingin pada ujung hidung, jari dan kaki.

-       Penderita menjadi gelisah.

-       Nadi cepat, lemah, kecil sampai tas teraba.

-       Tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmhg atau kurang)

-       Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmhg atau kurang).

-       Renjatan yang terjadi pada saat demam, biasanya mempunyai kemungkinan yang lebih buruk.

5.      Gejala Klinis Lain.

Gejala lainnya yang dapat menyertai ialah : anoreksia, mual, muntah, lemah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang.

 

       Gambaran Klinis:

       Gambaran klinis penderita dengue terdiri atas 3 fase yaitu fase febris, fase kritis dan fase pemulihan.

 

Description: phases of DHF

1.      Pada fase febris (FEVER)

Biasanya demam mendadak tinggi 2 – 7 hari, disertai muka kemerahan, eritema kulit, nyeri seluruh tubuh, mialgia, artralgia dan sakit kepala. Pada beberapa kasus ditemukan nyeri tenggorok, injeksi farings dan konjungtiva, anoreksia, mual dan muntah. Pada fase ini dapat pula ditemukan tanda perdarahan seperti ptekie, perdarahan mukosa, walaupun jarang dapat pula terjadi perdarahan pervaginam dan perdarahan gastrointestinal.

2.      Fase kritis,

terjadi pada hari 3 – 7 sakit dan ditandai dengan penurunan suhu tubuh disertai kenaikan permeabilitas kapiler dan timbulnya kebocoran plasma yang biasanya berlangsung selama 24 – 48 jam. Kebocoran plasma sering didahului oleh lekopeni progresif disertai penurunan hitung trombosit. Pada fase ini dapat terjadi syok.

3.      Fase pemulihan

bila fase kritis terlewati maka terjadi pengembalian cairan dari ekstravaskuler ke intravaskuler secara perlahan pada 48 – 72 jam setelahnya. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik stabil dan diuresis membaik.

 

Pemeriksaan

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan darah. Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/µl, seseorang didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, pasien dapat memeriksa jumlah trombositnya jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti positif mengalami demam berdarah.

Cara Pencegahan

Cara pencegahan penyakit demam berdarah adalah melalui gerakan 3M. Gerakan 3M yang dimaksud adalah menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Yang terpenting ketika tanda gejala DBD mulai menyerang, segera memeriksakan diri ke Dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Tes darah diperlukan untuk menegakkan diagnosa penyakit yang diderita.

 

 

Yuk mulai kenali tanda gejala DBD, kita atau teman kita yang sudah positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) sebaiknya  langsung di bawa ke rumah sakit agar segera mendapatkan tindakan medis / opname segera sehingga halhal yang tidak diinginkan seminimal mungkin bisa dihindari seperti syok.

 

SALAM SEHAT… SIAMO TUTTI FRATELLI…..INTER ARMA CARITAS.

Sumber:

http://promkes.depkes.go.id/dl/booklet%20phbs%20rumah%20tangga.pdf

www.wpro.who.int/emerging_diseases/documents/Module4_ro.ppsx

WHO. Module 4: Clinical course of disesase, Dengue Clinical of Disease

http://yankes.itb.ac.id/?page_id=355

Centers of disesase control and PreventionDengue Virus http://www.cdc.gov/dengue/clinicalLab/clinical.html