Berikut dilampirkan materi diklat 1. Harap dicetak dan dibawa saat pelaksanaan diklat 1. Terima kasih.
Sabtu, 05 November 2016
Rabu, 02 November 2016
PENGUMUMAN PRA DIKLAT I
Selamat malam bakal calon anggota KSR PMI Unit STIS angkatan 7, berikut dilampirkan pengumuman mengenai tahap lanjutan dari open recruitment KSR PMI Unit STIS 2016, terima kasih.
Selasa, 01 November 2016
Mengenal Lebih Jauh Diabetes Miletus di Bulan Diabetes
Tahukah
kamu bahwa pada bulan November, Indonesia turut memperingati Hari Diabetes
Sedunia untuk segala jenis diabetes yang jatuh pada tanggal 14 November.
Sepertinya kata ‘diabetes’ sudah tidak asing ya di telinga kita semua. Tapi,
sebenarnya seperti apa sih diabetes itu?
Diabetes
yang paling sering kita dengar adalah diabetes melitus atau yang biasa disebut
dengan penyakit kencing manis. Diabetes miletus ini adalah penyakit kronis yang
ditandai dengan kelainan metabolik akibat dari kurangnya produksi insulin oleh
pankreas atau bisa juga karena kurangnya respon tubuh terhadap insulin atau
bisa juga akibat dari adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja
insulin. Hormon insulin sendiri adalah hormon yang berfungsi untuk mengubah
glukosa (gula darah) menjadi energi. Sehingga seorang penderita diabetes
melitus memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah mereka karena kerja hormon
insulin yang terganggu tersebut.
Gimana
sih tanda tanda seorang penderita diabetes? Tanda-tanda klasik dari diabetes
yang tidak bisa diobati adalah hilangnya berat badan, sering berkemih
(polyuria), sering haus (polydipsia), dan sering lapar(polyphagia). Dalam
jangka panjangnya, penderita diabetes memiliki rasio komplikasi. Hal ini dapat
berupa rusaknya pembuluh darah yang dapat mendatangkan penyakit lain seperti
penyakit jantung korner, stroke, penyakit pembuluh darah tepi. Penyakit jangka
panjang lain adalah diabetic foot (seperti diabetic foot ulcers) mungkin
timbul, dan sulit untuk ditangani, kadang-kadang memerlukan amputasi.
Terdapat
3 tipe diabetes melitus:
a.
Diabetes melitus tipe 1 (IDMM) diabetes yang terjadi karena
berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta
penghasil insulin pada pulau-pulau
Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang
dewasa. Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan
insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui
alat monitor pengujian darah.
b. Diabetes melitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset
diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus,
NIDDM) merupakan tipe diabetes melitus yang terjadi bukan
disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan
metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang
mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi
kurang peka terhadap insulin[18] serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot
lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Diabetes
tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik
(olahraga), diet (umumnya
pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan
berat badan
c. Diabetes melitus gestasional atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan
pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya. GDM mungkin
dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita
penderita GDM bertahan hidup. Meskipun GDM bersifat
sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin
maupun sang ibu. Risiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat
bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem
saraf pusat, dan cacat otot rangka.
Nah, sekarang ketahui cara-cara
pengendalian penyakit diabetes melitus. Terdapat 4 hal penting yang bisa
membantu mengedalikan penyakit ini. Apa sajakah itu?
·
Edukasi, pasien harus tahu bahwa penyakit diabetes tidak dapat
disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dan pengendalian harus dilakukan seumur
hidup
·
Makanan, jika input/masukan buruk, maka output/hasil akan buruk,
demikian pula bila makan melebihi diet yang ditentukan, maka kadar gula darah
akan meningkat
·
Olahraga, diperlukan untuk membakar kadar gula berlebih yang ada
dalam darah
·
Obat, hanya jika diperlukan, tetapi bila kadar gula darah telah
turun dengan meminum obat, bukan berarti telah sembuh, tetapi harus konsultasi
dengan dokter apakah tetap meminum obat dengan kadar yang tetap atau meminum
obat yang sama dengan kadar yang diturunkan atau minum obat yang lain
Gimana?
Sudah menjadi lebih kenal dengan diabetes melitus? Yuk, bersama-sama cegah dan
mengendalikan diabtes.
Sumber: wikipedia
Kamis, 27 Oktober 2016
Materi Open Recruitment Angkatan 7 KSR PMI Unit STIS
Berikut dilampirkan file mengenai materi open recruitmen angkatan 7 KSR PMI Unit STIS
Sabtu, 01 Oktober 2016
Konsumsi Mie Insan dengan Sehat
Hai guys...Apa kabar nih? Ciye...yang
lagi liburan, makanannya terjamin dong di rumah alias gak makan mie instan lagi
sementara wkwk. Nah, sebentar lagi mau
masuk nih, tentunya makanan yang terjamin di rumah akan ditinggal T.T.
Tapi jangan khawatir guys, kali ini KSR PMI Unit STIS akan memberi informasi yang unik dan sangat kalian butuhkan nih. Apa
itu? Taulah ya, kan ada judulnya wkwk, okelah langsung aja check it out J
Mie instan telah menjadi bagian
makanan harian bagi mayarakat di Indonesia. Bila tak ada lauk, maka mie instan
akan menjadi pilihan cepat dan praktis. Dengan begitu melimpahnya jenis varian
mie instan yang beredar di pasaran dan rasanya yang lezat membuat mie instan
adalah salah satu makanan yang kebanyakan orang menjadikannya sebagai makanan
pokok yang digemari.
Sebenarnya
sudah banyak yang tahu tentang bahaya dari mie instan, seperti yang sudah saya
jelaskan sebelumnya mengenai bahaya instan untuk kesehatan tubuh tetapi
kebanyakan orang tidak mempedulikannya.
Berikut
ini adalah hal penting berkaitan dengan pengelolaan dan konsumsi mie
instan
1. Perhatikan
Tanggal Kadaluarsa
Sebelum membeli mie instan pastikan
anda melihat dulu tanggal kadarluwarsanya. Biasanya, kebanyakan mie instan
memiliki batas kadarluwarsa hingga enam bulan lamanya. Untuk itu penting sekali
memperhatikan hal yang satu ini. Jangan sampai mie instan yang anda konsumsi
masa kadarluwarsanya sudah dekat atau bahkan tinggal satu hari lagi. Hal
tersebut sangatlah berbahaya. Biasanya yang cepat kadaluwarsa adalah bumbu yang
terdapat dalam mie instan tersebut. Untuk itu, anda harus lebih teliti sebelum
membeli.
2. Pastikan
Mie Matang Sesuai Petunjuk
Kalau anda suka menyantap mie instan
dengan hanya meremas dan mencampur bumbu tanpa dimasak terlebih dahulu atau
makan mentah-mentah maka lebih baik segera hentikan kebiasaan tersebut. Karena
cara tersebut sangat tidak sehat dan tidak dianjurkan, karena salah satunya
akan menyebabkan gangguan pada pencernaan anda. Karena itu, pastikan kamu sudah
memasak sampai matang mie instan sesuai dengan cara penyajian yang tertera.
Mulai dari jumlah air yang disarankan, sesuaikan waktu memasaknya dengan yang dicantumkan
agar tekstur mie instannya pas dan sempurna kematangannya, tidak mentah dan
tidak terlalu matang.
3. Buanglah
air rebusan mie instan
Saat merebus mie, buang air yang
pertama kali anda gunakan untuk merebus. Saat merebus, lapisan lilin yang
terkandung dalam mie tersebut sebagian besar akan larut bersama air. Oleh sebab
itu saat merebus mie kuah dari mie tersebut akan berwarna putih kekuningan
sepertti warna mie. Hal ini akan membantu meminimalkan banyaknya lilin yang
masuk ketubuh. Selain itu, air rebusan terdapat bahan kima yang telah larut dan
jika dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya bagi kulit dan
wajah Anda. Akibatnya, kulit menjadi kering dan terjadi penuaan dini. Sehingga
cara menghindari atau mengurangi akibat tersebut adalah dengan menggunakan air
matang baru sebagai kuah dibandingkan dengan menggunakan air rebusan mie yang
pertama.
4. Jangan
mencampurkan Bumbu kedalam mie yang sedang dimasak
Saat sedang memasak mie, jangan pernah
campurkan bumbu dan mie ke dalam air rebusan. Bumbu mie instan memiliki
kandungan berbahaya dan akan semakin berbahaya bila bercampur dengan air
bersuhu tinggi. Untuk mengurangi bahaya ini, sebaiknya bumbu dicampurkan dengan
mie saat mie instan telah diangkat dari dalam air rebusan.
5. Mengurangi
Bumbu Mie Instan
Bumbu mie instan merupakan salah satu
bagian yang sering dikhawatirkan. Tak dapat disangkal jika garam dan MSG adalah
komposisi bahan pembuatan pada bumbu mie instan. Secara umum garam dan MSG
memiliki batas-batas aman tertentu yang boleh dikonsumsi tubuh. Maka dari itu,
kurangilah bumbu mie instan saat anda memasak mie instan, atau anda bisa juga
menggunakan setengahnya saja.
6. Berikan
Gizi Yang Seimbang
Mie instan memberikan nutrisi bagi
tubuh kita, namun faktanya adalah asupan karbohidrat yang menyebabkan tidak
berimbangnya gizi yang masuk kedalam tubuh kita. Sebisa mungkin anda memberikan
bahan-bahan yang dapat menambah nilai gizi pada mie instan yang anda buat
misalnya sayuran serta asupan proteinnya.
7.
Berikan
jeda waktu untuk mengonsumsi mie instan
Sebaiknya hindari pengkonsumsian
yang terlalu sering terutama setiap hari. Batasi mengkonsumsi minimal 3 hari
sekali atau seminggu sekali. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi dan
menghilangkan penumpukan dari zat lilin atau pelapis mie yang ada dalam tubuh.
Zat tersebut mempunyai kandungan yang rendah serat sehingga dapat membuat Anda
susah BAB. Jika penumpukan terjadi secara terus menerus dapat membantu memicu
terjadinya kanker.
8.
Jangan
makan mie instan bersama dengan nasi
Ketika Anda memutuskan untuk
memakan mie instant, hindari penggunaan nasi. Dalam satu bungkus mie instant
setidaknya terdapat 300-400 kalori yang setara dengan 1 porsi nasi ukuran sedang
yang Anda makan bersama dengan pelengkap lauk pauknya. Sehingga, jika Anda
memakan 1 mie instant dan kemudian ditambah dengan 1 porsi nasi, jumlah kalori
yang akan masuk ke dalam tubuh Anda sekitar 600-700 kalori. Jumlah kalori yang
masuk tersebut tidak hanya meningkatkan resiko obesitas namun juga meningkatkan
kadar gula darah yang ada dalam tubuh dan memicu penyakit diabetes atau kencing
manis.
Nah, gimana informasinya? Ca’em kan?
wkwk, bisa banget dipraktikin pas kalian krismon dan adanya mis instan. Eits..
tapi guys, segala hal yang instan itu gak baik lho kalau dikonsumsi terus-menerus,
jadi jangan lupa memikirkan faktor kesehatan ya, jangan hanya memikirkan faktor
finansial
Sumber :
Kamis, 01 September 2016
Bagaimana Cara Paling Sehat untuk Memasak dan Memakan Telur?
Hallo
guys, ketemu lagi nih sama KSR PMI Unit STIS J. Nah, ada yang
tau kali ini mau bahas tentang apa? Haha, taulah pasti, kan bisa dilihat dari
judulnya wkwk :p.
Kalian
tau kan kalau telur merupakan sumber makanan yang murah, namun sangat bergizi?
Telur mengandung kalori yang relatif sedikit, tapi dapat menjaga sumber
protein, vitamin, mineral, lemak sehat yang baik. Beberapa ahli mengatakan
bahwa cara memasak telur dapat memengaruhi kandungan nutrisi yang ada lho. Maka
dari itu, artikel ini dibuat untuk membahas cara-cara sehat untuk memasak dan
memakan telur.
‘Review’
cara-cara memasak telur
Telur
memiliki rasa yang lezat dan sangat serbaguna. Telur dapat dimasak dengan
berbagai cara dan dapat digabungkan dengan makanan sehat lainnya, seperti
sayuran. Memasak telur juga berarti membunuh bakteri berbahaya sehingga lebih
aman untuk dimakan.
Berikut ini adalah
rincian beberapa cara memasak telur yang paling populer:
-
Merebus dengan cangkang
Telur
utuh (masih terbungkus cangkang) dimasukkan dalam panci air mendidih selama
6-10 menit, tergantung pada tingkat kematangan kuning telur yang diinginkan.
-
Merebus tanpa cangkang
Telur
yang sudah dipisah dari cangkangnya direbus dengan air yang agak lebih dingin
dari cara sebelumnya (160 - 1800F) dan dimasak selama 2,5 – 3 menit.
-
Menggoreng
Telur
yang dipisahkan dari cangkangnya dimasukkan ke dalam penggorengan yang
sebelumnya telah diberi sedikit minyak
Dengan
cara ini, kalian dapat membuat telur ‘sunny side up’ atau matang satu sisi
yaitu dengan cara tidak membalik saat menggorengnya, atau “over easy” yaitu
matang pada kedua sisi dengan cara membalik saat menggorengnya.
-
Memanggang
Caranya
adalah dengan memasak telur dalam oven yang panas hingga telur matang.
-
Orak-arik
Telur
dikocok dalam mangkok, dan dituangkan pada penggorengan panas. Terus aduk saat
menggoreng dengan api kecil. Lakjukan hingga telur matang.
-
Telur dadar
Memasaknya
menyerupai telur orak-arik. Namun yang membedakan adalah telur dadar tidak
diaduk saat sudah dimasukkan ke dalam penggorengan.
-
Microwave
Gelombang
mikro dapat digunakan untuk memasak telur. Bahkan waktu yang dibutuhkan
cenderung lebih singkat daripada memasak dengan kompor. Namun, akan dangat
berbahaya jika telur tidak dipisahkan dahulu sebelum dimasukkan microwave
karena dapat meningkatkan tekanan dalam telur sehingga menimbulkan ledakan.
Memasak
membuat beberapa nutrisi lebih mudah dicerna
Memasak
telur membuat telur lebih aman untuk dimakan, dan membuat beberapa nutrisi
lebih mudah dicerna. Salah satu contohnya adalah kandungan protein yang ada
dalam telur. Penelitian telah menunjukkan bahwa tubuh manusia dapat menggunakan
91% protein dari telur yang dimasak dibandingkan dengan telur mentah yang hanya
51%. Hal ini diperkirakan terjadi karena panas yang menyebabkan perubahan
struktural dalam protein telur.
Dalam
telur mentah, senyawa protein besar terpisah satu sama lain dan membentuk
struktur bengkok. Ketika protein dimasak, panas akan memecah ikatan lemah dan
membuat bentuk baru dengan protein lain di sekitar mereka. Obligasi baru pada
telur yang dimasak lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Perubahan
yang terjadi dapat dilihat dari berubahnya struktur telur dari semacam gel
menjadi semacam karet yang keras. Protein dalam telur mentah juga dapat mengubah
ketersediaan mikronutrien biotin.
Telur
adalah sumber biotin yang baik, yang merupakan nutrisi penting yang digunakan
dalam metabolisme lemak dan gula, dikenal juga sebagai vitamin B7 atau vitamin
H. Dalam telur mentah, sebuah protein dalam putih telur yang disebut avidin
mengikat biotin, sehingga tak dapat lagi digunakan oleh tubuh. Namun ketika
telur dimasak, panas menyebabkan perubahan struktural pada avidin sehingga
kurang efektif mengikat biotin. Hal ini membuat biotin lebih mudah diserap oleh
tubuh.
Memasak
dengan suhu tinggi dapat merusak nutrisi lain
Meskipun memasak telur
dapat membuat beberapa nutrisi lebih mudah dicerna, namun memasaknya dengan
suhu yang terlalu tinggi malah dapat merusak nutrisi lainnya.
Hal
ini sudah biasa. Sebagian
besar makanan yang dimasak menyebabkan pengurangan dari beberapa nutrisi yang
terkandung di dalamnya, terutama jika dimasak pada suhu tinggi dalam jangka
waktu yang panjang.
Studi
telah meneliti fenomena ini dalam telur. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa
memasak telur dapat mengurangi kandungan vitamin A sekitar 17-20%. Memasak
telur juga daat mengurangu jumlah antioksidan di dalamnya secara signifikan. Salah
satu studi mengatakan bahwa metode memasak yang umum dilakukan, termasuk
menggunakan microwave, merebus, dan menggoreng dapan mengurangi jumlah
antioksidan tertentu sekitar 6-18%. Secara keseluruhan, waktu memasak yang
lebih pendek (dengan suhu yang sama) telah terbukti dapat mempertahankan lebih
banyak nutrisi yang terkandung.
Penelitian
juga menunjukkan bahwa ketika telur dipanggang selama 40 menit dapat kehilangan
hingga 61% kandungan vitamin D. Sedangkan jika digoreng atau direbus dengan
waktu yang lebih pendek, telur hanya kehilangan vitamin D sebesar 18%. Namun
demikian, telur tetaplah merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin dan
antioksidan.
Memasak
dengan suhu tinggi dapat mengoksidasi kolesterol dalam telur
Kuning
telur mengandung kolesterol yang tinggi.
Satu
telur besar mengandung sekitar 212mg kolesterol yang merupakan 71% dari asupan
harian (pakar merekomendasikan 300mg per hari). Namun, ketika telur dimasak
pada suhu tinggi, kolesterol di dalamnya dapat menjadi teroksidasi dan
menghasilkan senyawa yang dikenal debagai oksiterol. Hal ini menjadi perhatian
bagi sebagian orang. Kolesterol dalam darah telah dikaitkan dengan meningkatan
risiko penyakit jantung.
Makanan
yang mengandung kolesterol teroksidasi dan oksiterol diduga berkontribusi
terhadap kadar senyawa ini. Dikatakan pula bawha sumber makanan utama
kolesterol yang teroksidasi bukanlah telur, melainkan makanan goreng seperti
ayam goreng, ikan goreng, dan kentang goreng.
Perlu
diperhatikan juga bahwa kolesterol yang teroksidasi di dalam tubuh dianggap
lebih berbahaya daripada kolesterol yang teroksidasi pada makanan. Yang paling
penting adalah, penelitian tidak menunjukkan hubungan antara mengonsumsi telur
dan peningkatan risiko penyakit jantung pada orang sehat.
5
tips memasak telur yang super sehat
Berikut adalah lima tips untuk memasak telur super
sehat:
-
Pilih cara memasak yang low-calorie
Jika ingin mengurangi kalori,
pilihlah ara merebus baik dengan atau tanpa cangkang. Metode tersebut tidak
akan menambahkan ekstra kalori dan telur akan mengjadi lebih rendah kalori
daripada digoreng atau diorak-arik.
-
Kombinasikan dengan sayuran
Telur sangat baik jika
dikombinasikan dengan sayuran. ini berarti bahwa mengonsumsi telir adalah
kesempatan besar untuk meningkatkan asupan sayuran dan menambah serat dan
vitamin pada makanan.
Beberapa ide sederhana termasuk
menambahkan sayuran di dalam setiap masakan telur seerti membuat telur dadar
dan orak-arik merupakan ide yang bagus. Atau bisa juga dilakukan dengan
menyandingkan sayuran pada telur yang telah dimasak dengan cara apapun sesuai
selera.
-
Goreng pada minyak dengan tinggu suhu
yang stabil
Kondisi minyak terbaik untuk
memasak telur adalah pada suhu tinggu dan stabil sehingga tidak mudah
teroksidasi dan membentuk radikal bebas berbahaya.
Contoh pilihan yang baik adalah
dengan menggunakan minyak zaitun. Minyak kelapa juga dapat digunakan untuk
memasak pada suhu tinggi. Namung mungkin sebagian orang tidak menyukai rasanya
saat dikombinasikan dengan telur.
-
Pilih kualitas telur terbaik
Kualitas gizi telur dapat
dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk metode budidaya dan gizi ayam itu
sendiri.
Secara umum, telur organik dari
ayam yang dibiarkan hidup bebas di padang rumput lebih bergizi daripada ayam
yang dikurung untuk kepentingan produksi.
-
Jangan masak terlalu lama sehingga
membuat telur terlalu matang/overcooked
Semakin lama dan lebih panas suhu
yang digunakan untuk memasak, semakin banyak nutrisi yang hilang. Selain itu
hal ini juga dapat meningkatkan jumlah kolesterol yang teroksidasi di dalamnya.
Rabu, 17 Agustus 2016
Palang Merah Indonesia untuk Negara Indonesia Tercinta
Hai
readers....Ciye yang hari ini bahagia
banget merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Tuut...tuuuttt...Selamat
Hari Kemerdekaan Indonesia untuk seluruh warga Negara Republik Indonesia kita
yang tercinta J.
Yeah, sebelumnya mimin minta maaf karena keterlambatan publikasi artikel
kesehatannya ya, karena kemarin terlaksananya UAS yang sempah mengalihkan dunia
mimin hehe. Oke langsung aja, kali ini artikel yang akan kita bahas sedikit
beda dengan biasanya, biasanya kan kita membahas tentang penyakit tuh. Nah,
sekarang kita bahas tentang organisasi yang membawahi KSR PMI Unit STIS. Tau
gak apa? Yap...Palang Merah Indonesia.
Sebelumnya
kita singgung dulu yuk sejarah lahirnya Palang Merah Indonesia J.
Jadi sebenarnya Palang Merah Indonesia sudah mulai dibentuk sebelum Perang Dunia
II, tepatnya 12 Oktober 1873 yang
dibentuk oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama Nederalndsche Roode Kruis Afdeeling Indoe(NERKAI), namun sempat
dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. Perjuangan pendirian Palang Merah
Indonesia (PMI) lagi dipelopori oleh Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan
pada 1932 dengan pengajuan ke Sidang Konferensi Narkai pada 1940, tapi
perjuangan ini tidak berjalan mulus, sempat ajuan tersebut ditolak mentah-mentah
di sidang tersebut. Pantang menyerah dalam pengajuan pendidiran kembali Palang
Merah Indonesia, Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan mencoba membentuk
Badan Palang Merah Nasional meskipun pada akhirnya tetap dihaslangi oleh
Pemerintah Tentara Jepang. Sedih ya kawan L. Tapi pada 3
September 1945, Presiden Soekarno
memerintahakn Dr. Boentara (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan
Palang Merah Nasional. Dengan dibentuk panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder
Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta,
Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945,
PMI terbentuk dan tanggal ini sering dikenal dengan Hari PMI , diketuai umum
oleh Drs. Mohammad Hatta dan diketuai harian oleh dr. Boentaran Martoadmodjo. Peran
PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas
kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi
Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada
tahun 1958 melalui UU No 59.Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan
Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai
satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas
kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.
Hm... panjang ya
sejarahnya wkwk. Nah, lalu apa yang dilakukan oleh PMI untuk Indonesia??? Ada dua
hal penting yang telah dilakukan PMI untuk Indonesia di awal kemerdekaan. Apa
itu?
1.
Palang Merah Indoensia berupaya
memulangkan orang Indoensia yang hilang di luar negeri selama pendudukan
Jepang. Ih...keren kan, baru aja dibentuk langsung kerja J.
Diperkirakan lebih dari 250 ribu orang Indonesia dibawa oleh pemerintah
pendudukan Jepang, mereka adalah orang Indoensia yang menjadi romusha, Heiho,
pelaut, dan perempuang yang dihadikan penghibur di luar negeri yang belum juga kembali setelah kemerdekaan
Indoensia di proklamirkan. Pmi melacak jejak mereka dan hanya menekumak sekitar
29 ribu atau sekitar 10-15% dalam kurun waktu 1945-1946. Kesukaran ini terjadi
karena PMI tidak dibekali catatan mengenai orang hilang tersebut dan Palang
Merah bentukan Belanda NERKAI menolak untuk bekerja sama dalam pencarian orang
Indonesia yang berada di luar negeri.
2.
PMI membantu menyalurkan bantuan dari
berbagai negara yang memberikan bantuan bagi rakyat Indonesia yang menderita
akibat pertempuran yang terjadi. Sebenarnya pertempuran yang terjadi di Indonesia
mengundang simpati dari negara lain seperti India, sehingga sebenarnya banyak
bantuan obat-obatan dari mereka, namun kesulitan terjadi disaat distribusi ke
pedalaman, dimana ada tekanan Belanda yang tidak menginginkan PMI aktif sebagai
badan kemanusiaan melainkan NERKAIlah yang diakui sebagai gerakan palang merah
yang sah. Beberapa negara saat itu mengambil jalan tengah dengan membagi
bantuan menjadi dua, sebagian untuk PMI dan sebagian untuk NERKAI. Beberapa
negara tersebut adalah Australia, ICRC, UNESCO, dan umumnya negara barat,
sementara India dan Malaya langsung membantu PMI.
Nah
dilihat dari dua usaha PMI tersebut bisa disimpulkan kan bahwa Palang Merah
Indonesia sangat berperan bagi Indonesia. Awal pembentukan PMI yang kurang
disetujui, mendapat pengakuan de facto dalam tugas kemanusiaan dan pengakuan
dari ICRC pada 1950 disaat setelah PMI berani mengurus masalah interniran, pemulangan
tentara Jepang dan tentara Belanda yang
berada di kamp tawanan beberapa wilayah Indonesia yang saat itu tentunya kamp
wilayah dijaga oleh sebagian rakyat yang antipati terhadap Jepang dan Belanda.
Keren ya kerja PMI kawan J. Oiya masih banyak lagi lho kerja PMI
yang hasilnya patut di kasih 4 jempol oleh kita, seperti membantu saat terjadi
peperangan/konflik, membantu korban bencana alam, serta transfusi
darah dan kesehatan. Maka dari itu yuk kawan kita dukung kerja PMI,
kita bisa mendukungnya baik dengan berkontribusi di bulan dana PMI maupun
mendonorkan darah kalian yang berharga bagi orang yang membutuhkan J.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)







